Judul : The legend of prince wind Chapter 3 : Author : Kakashy Kyuuga Disclsimer : Naruto punya om Masashi Rate : T+ Genre : fantasy, adventure, hurt and romance. Pairing : Naruhina,Sasusaku, Saino, bisa berubah tergantung cuaca hati author!
Di luar pagar perumahan bangsawan Uciha, Naruto merenggangkan tubuhnya
yang letih. Setelah mendapatkan pelayanan yang lumayan baik meski lebih
baik dari pelayanan ibunya, Naruto melanjutkan jalannya menuju pusat
kota. Entah apa yang ingin dia lakukan di sana, dia sendiri tidak tahu.
Dia terus berjalan hingga hidungnya mencium aroma sedap yang mampu
membuat dia melayang, aroma itu menuntunnya pada sebuah kedai ramen yang
banyak pengunjungnya. Saat itu naruto yang kebetulan berpenampilan
necis layaknya anak orang kaya pada umumnya (padahal dia pinjam bajunya
Sasuke) asyik memperhatikan isi kedai.
Akhirnya seorang
perempuan cantik bersurai coklat panjang dengan ikat kepala berwarna
putih menyuruhnya masuk dan memilih tempat duduk. Dengan polosnya Naruto
kecil yang tak bisa berpikir panjang itu pun mengikutinya.
Setelah memesan raman, naruto mulai menyantapnya. Sekali makan, wah enak
juga. Dua kali makan, masih lapar. Tiga kali makan, tambah lagi. Hal
itu terjadi terus menerus hingga tak dia sadari dia telah menghabiskan
10 porsi ramen.
Saat di mintai bayaran, naruto malah balas menatap tak mengerti. Sebagai gantinya, naruto di lempar di tempat pencucian piring.
“Kamu harus bekerja di sini sampai semua utangmu terlunasi!” kata pemilik kedai itu. “Ta, tapi paman~~~~”
“Tidak, bisa! Lagaknya orang kaya, tau-taunya pengemis!”
Dan seperti itulah, akhir dari perjalanan Naruto di hari ini di kota yang tak pernah tidur itu.
Hal yang berbeda dengan Sasuke, pewaris terakhir dari kekayaan
bangsawan Uciha. Setelah kejadian yang menimpanya dan Naruto, Sasuke
lebih jadi pendiam, apa lagi setelah dia sadari kejadian itu bukanlah
mimpi atau sebuah hipnotis. Dia semakin yakin setalah kejadian itu
kakaknya tak pernah pulang atau ada kabar sedikit pun, kamar yang di
tempati naruto adalah saksi dari peristiwa itu, peristiwa saat gerhana
matahari. Saat segel kekuatan tertinggi saringan melemah.
Tapi
apa hubungannya antara kekuatan itu dengan keluarganya? Kenapa
mahluk-mahluk itu malah mengincar mereka? Ah, kepala kecil Sasuke
seketika berdenyut setiap kali mencoba mencari jawaban atas semua
misteri ini.
Sasuke berdiri di depan cermin, melihat tubuh
mungilnya yang masih berusia 5 tahun. Dia lihat setiap inci bagian
dirinya mencoba mengingat kenangan bersama keluarga yang telah pergi
meninggallkannya sendiri. Sedih, memang itu yang dia rasakan saat ini.
rumah yang sebesar ini semakin sunyi dengan kepergian kakaknya yang
entah menghilang kemana.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa malam itu rumah kami di serang? Jika itu hanya mimpi tapi kenapa nii-chan menghilang?”
Akh! Sakit, kepalanya sakit memikirkan semua ini.
“Aku tak bisa terus bersamamu, ada saat dimana kau harus menghadapi
hidup sendiri. Saat itu kau harus bisa bertahan, jadilah dirimu yang kau
inginkan. Dengar apa yang hatimu katakan”
Sasuke teringat saat
hari terakhir kakaknya melatihnya, mengajarinya sesuatu yang itachi
katakan sebagai ilmu bertahan hidup turun temurun di keluarga bangsawan
uchiha.
“Kau berkata seperti itu karena kau tahu semua ini akan terjadi, iyakan?”
“Akan ku beri tahu satu rahasia besar” kata-kata Itachi kembali terngiang di telinga Sasuke.
“Seburuk-buruknya seseorang, sejahat-jahatnya seseorang. Sebenarnya
hatinya baik, karena hati seseorang itu selalu cenderung pada kebaikan”
“Apa maksudmu berkata begitu?” tanya Sasuke pada bayangan dirinya di cerminnya. “Mengapa, kalian meninggalkan aku?” lagi dia mengeluarkan pertanyaan yang tak ada yang bisa menjawabnya.
Marah, benci, itulah perasaan yang merasuki hatinya saat ini. ingin rasanya dia lampiaskan perasaan marah dan bencinya.
Prang!
Suara cermin pecah karena pelampiasan amarah Sasuke, darah segar
mengalir membasahi lantai kamarnya. Tiba-tiba punggung kirinya nyeri
hingga membuat dia terduduk.
“Apa ini? tanda apa ini? sejak
kapan tanda ini ada di punggungku?” tanya Sasuke tak habis mengerti
dengan tanda yang entah sejak kapan muncul di punggung kirinya itu.
……………………………………..
Waktu terus berjalan, hari berganti, minggu kian bertambah, bulan silih
berganti dan tahun terus menghilang dimakan waktu. Tapi orang yang
terdekat tidak pernah berubah, meski Sasuke adalah seorang bangsawan,
tampan memiliki charisma seorang pangeran, sifatnya yang dingin dan
jarang tersenyum itu membuat para gadis-gadis seusianya maupun udah tua
sekali pun tergila-gila padanya.
Bagaimana dengan Naruto? Anak
ini, di usianya yang ke 10 tahun dia masih saja terlihat kumal.
Bagaimana tidak, dia tidak punya waktu untuk mengurusi dirinya selain
melayani tamu, mencuci piring dan mencari sayur bamboo di hutan yang
terbilang seram dan terkenal dengan sebutan hutan terlarang.
Walaupun prbedaan diantara kedua sahabat itu sangat banyak tak membuat
ikatan yang tak mereka sadari telah terikat itu makin erat.
“Woi, teme! Apa yang kau lamunkan pagi-pagi begini?” tanya Naruto seraya membawakan Sasuke semangkuk ramen.
Yah, saat ini sasuke tengah berada di kedai ramen, tempat naruto di sekap untuk membayar semua utangnya.
Sunyi,____. Krik, krik, krik!
“Sasuke, kau baik-baik saja?”
“Hn”
“Sudah ada kabar dari kakak mu?”
“Belum”
“Oh, yah. Kau mau ikut dengan ku? Aku akan pergi ke hutan mencari sayuran bambu” cerita Naruto berharap Sasuke tertarik.
“……”
“Ayolah, dari pada kau di sibukan dengan pelajaran kebangsawanmu yang merepotkan itu. Sebaiknya kau ikut dengan ku saja”
“……” “TEME!”
Seketika perempatan tercipta di sela-sela surai hitam Sasuke, “Apa kau
tak bisa diam sebentar! Aku sedang makan, DOBE!” teriak sasuke dengan
aura membunuh.
“Eh, hehehe____. Gomen ne, Sasuke-chan~~~~” goda Naruto yan terlihat agak ke-uke-an! #TIDAAAAAAAAAKKKKK!!!
“Eh, itu kan Sasuke. Si bungsu dari bangsawan Uciha” bisik-bisik tetangga mulai terdengar.
“Kyaaaa! Biarpun dia masih sepuluh tahun, dia terlihat tampan~~~”
“Hu um, apa lagi tatapan tajamnya itu. Ah, bisa membunuhku”
Naruto menatap tak mengerti pada sekelompok anak-anak gadis yang tak
jauh dari meja mereka tengah berbisik-bisik ria menggosip tentang idola
Konoha city yang baru itu.
“Ayo, kita pergi” kata Sasuke seraya berdiri.
“Eh? Pergi? Pergi kemana?” tanya Naruto balik bengong.
“Bukannya kau ingin pergi berburu sayur bamboo?” kata Sasuke yang mulai agak gak sabaran dengan ke-tulalitan- temannya ini.
“Astaga, aku lupa!” sahut naruto begitu dia kembali mengingatnya. “Paman! Aku pamit ke hutan!” teriak naruto seraya pamitan.
“Naruto, tunggu!” panggil pama pemilik kedai.
“Ada apa paman?” tanya Naruto.
“Jangan sampai terlalu dalam kau memasuki hutan, cukup di luarnya saja” tambah paman.
“Memangnya kenapa, paman? Kenapa kami tidak boleh ke dalam hutan?”
tanya Naruto penasaran, sementara Sasuke dalam mode emonya memasang
telinga tajam-tajam.
“Konon, banyak orang yang hilang setiap
masuk ke dalam hutan itu dan mereka tak pernah di temukan. Katanya
mereka di culik oleh siluman Kyuubi” cerita paman dengan wajah di buat
horror.
“Ahahahaha~~~~” tawa Naruto meledak, paman pemilik
kedai langsung mendeliknya. “Paman, itu karena mereka tidak tahu jalan
pulang!” canda Naruto di sela tawanya.
“Terserah kau saja,
Naruto. Tapi yang pastinya kau harus kembali dengan selamat tanpa lupa
membawa sayur bamboo!” terang paman yang lebih tepat ancaman buat
Naruto.
“Ba-baiklah paman” balas Naruto seraya menarik sasuke
pergi meninggalkan kedai yang telah di penuhi para gadis yang sedari
tadi bergumam tidak jelas sambil melirik mereka.
………………………………………………………..
Malam makin larut, Sasuke masih berdiri mematung di depan kedai ramen ichiraku, wajahnya terlihat cemas.
“Kenapa kau belum pulang?” tanya Naruto saat dia melihat Sasuke masih berdiri di luar kedai sementara kedai sudah mau tutup.
Sasuke hanya diam, dia tak menyahuti pertanyaan Naruto.
“Sebaiknya kau segera pulang. Besok adalah hari yang sacral bagi kota
ini____”kata Naruto tertahan dan melongo dengantidak elit saat dia
melihat Sasuke berjalan seenaknya meninggalkan dirinya yang sedang
berbicara.
“Cih, anak ini!” dengus Naruto kesal seraya kembali
masuk ke dalam kedai, namunlangkahnya tertahan saat dia mendengar
percakapan paman Teouji dan putrinya di dapur.
“Akhirnya kita bisa istirahat sehari juga”
“Iya, ayah. Karena besok gerhana matahari, aku sudah mempersiapkan bekal kita untuk seharian”
Naruto terkejut mendnegar kata gerhana matahari, dia kembali teringat akan Sasuke yang bertingkah aneh tadi.
“Eh, Naruto. Besok kita akan istrirahat, dan kita tidak bisa keluar
sebelum gerhana matahari selesai” ucap paman teuchi saat melihat Naruto
berdiri di depan dapur.
“Kenapa kita atidak boleh keluar, paman?” tanya Naruto dengan tampang polos.
“Konon, katanya saat gerhana matahari terjadi ada mahluk kegelapan yang
membawa kutukan berkeliaran mencari manusia” cerita paman.
Naruto makin kaget saat dia mendengar penuturan dari paman. Jadi mahluk
yang dia lihat saat gerhana 5 tahun yang lalu di rumah Sasuke adalah
mahluk kegelapan? Tanpa pamit atau sekedar basa basi Naruto berlari menuju pintu keluar.
“Paman, malam ini dan besok aku menginap di rumah Sasuke” teriaknya sebelum dia menghilang dari bali pintu.
“Anak ini, mereka seperti kakak beradik saja” gumam paman teouji menggeng pelan.
………………………………………………..
Sunyi, perumahan bangsawan uchiha terlihat sunyi pada malam hari
seperti biasanya. Naruto berjalan menyusuri lorong-lorong rumah yang
gelap menuju kamar Sasuke yang berada lumayan jauh dari ruang tamu,
selama dalam perjalanannya menuju kamar Sasuke entah mengapa dan
bagaimana tiba-tiba saja ada perasaan takut yang menyergap hatinya.
Seolah ada sepsang mata yang tengah mengintainya.
Naruto mempercepat jalannya saat dari jauh pintu kamar Sasuke terlihat sedikit terbuka. Dengan perasaan yang was-was Naruto mengintip ke dalam kamar Sasuke, gelap.
Hanya ada sebuah lilin yang menerangi kamar itu, cahaya purnama pun
terhalang awan hingg membuat pandangan sulit menerka situasi di dalam
kamar.
“Setelah ini jika mereka menemukannya sekali pun segel
itu tidak akan terlepas” samar-samar Naruto mendengar suara yang
terdengar dingin dan datar tak jelas dari kejauhan. “Apa kau yakin telah mengunci kutukan itu?”
Naruto kaget saat dia mendengar suara seorang laki-laki yang terdengar
berat lainnya, Naruto makin mempertajam penglihatan dan pendengarannya.
“Lima tahun yang lalu aku hampir berhasil menylesaikannya hanya saja
ada gangguan kecil. Begitupun malam ini” sahut suara yang pertama.
Naruto makin ketakutan saat dia tahu maksud dari ucapan laki-laki itu,
dalam sekejap pintu tempat Naruto menguping terbuka lebar memperlihatkan
dua sosok berjubah panjang berdiri di jendela kamar Sasuke.
“Apa kita habisi saja dia?” tanya sosok yang satunya. Sementara sosok yang lainnya membelakangi Naruto.
Tubuh Naruto bergetar ketakutan, dia berjalan mundur. Dalam benaknya
saat ini dia sedang berusaha untuk tidak takut, namun apa daya
katakutannya tak sebesar tekadnya.
“Tidak perlu repot-repot,
sebentar lagi dia juga akan mati” sahut suara dingin dan datar itu
seraya melompat ke udara yang kosong.
“Anak kecil, aku kasih
satu bocoran padamu. Jika kau ingin bertahan hidup, sebaiknya kau pergi
dari sini sekarang juga” lanjut sosok yang pertama sebelum dia ikut
menghilang seperti sosok yang dingin tadi.
“Si, siapa mereka? Apa yang sbenarnya terjadi di sini?” tanya Naruto pada dirinya sendiri seraya merosot ke lantai.
“Sasuke?” dia teringat akan Sasuke. “Sasuke! Apa mereka membunuhnya?”
tanya Naruto frutasi membayangkan Sasuke di bantai mereka. Dengan sisa
keberanian yang bisa dia kumpulkan, meski dengan kondisi kaki-kaki yang
masih gemetaran Naruto melangkah memasuki kamar Sasuke yang hanya di
terangi oleh cahaya lilin.
“Sasuke!” panggil Naruto saat dia mencoba mencari Sasuke dengan penglihatan minimnya.
Cahaya purnama mulai tersibak, menyinari kamar Sasuke yang gelap.
Dengan menggunakan cahaya purnama Naruto mulai mencari Sasuke, dia tak
menemukan Sasuke di ranjang. Naruto berjalan mengintari ranjang king
size Sasuke dan tertahan saat dia menemukan Sasuke yang setengah
telanjnga terlentang tak sadarkan diri di lantai.
“Kuso! Sasuke!”
Setelah mengerahkan semua tenaganya dan bersusah payah akhirnya Naruto berhasil meletakkan Sasuke kembali ke ranjang.
“Sasuke, jangan mati. Aku telah berjanji pada nii-san mu untuk akan
menjagamu, jika kamu mati apa yang harus aku katakan pada nii-sanmu?!”
kata Naruto panic, dia bingung dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan
pada Sasuke, dia tidak berpengalaman dalam hal medis atau yang
berkaitan dengan hal seperti ini.
Malam makin larut, selain
capek bekerja seharian dia juga adalah anak-anak yang dalam masa
pertumbuhan yang akhirnya membuat dia tertidur.
…………………………………………….
Sunyi, itulah hal pertama yang ada di benak naruto saat tersadar dari
tidurnya lelapnya. Dia mengucak matanya yang masih ngantuk. Gelap? Masa
iyah sih? Iris biru safir naruto menjelajahi kamar Sasuke untuk mencari
jam yang mungkin bisa dia temukan. Matanya tertahan pada benda bundar di
salah satu dinding di kamar Sasuke, setelah matanya beradaptasi
akhirnya dia bisa menlihat dengan jelas arah jarum pendek.
Angin? Dari mana angin ini datang? Angin bertiup pelan menyapu wajah
Naruto yang terlelap dalam mimpinya, sentuhan lembut angin menyadarkan
Naruto dari tidurnya. “Jam 9? Tapi kenapa paman tidak membangunkan aku” kata Naruto tak jelas di sela-sela rasa kantuntuknya.
Gelap, sunyi? Apa ini masih malam? Masa iyah, sih? Tapi kenapa sesunyi
ini? meskipun rumah ini begitu besar paling tidak ada suara apa kek yang
bisa menunjukan kalau waktu sedang berjalan.
Pletak!
“Ittaaaiii!” rintih Naruto saat sebuah tangan tepat mengenai wajahnya. “Sasuke?!” Sasuke tersentak bangun dari tidurnya saat Naruto meneriaki namanya dengan keras.
“Naruto, apa yang kamu lakukan disini?” tanya Sasuke kaget setengah
mati melihat Naruto tidur di sampingnya, apalagi saat dia temukan
tubuhnya setengah telanjang.
“Apa yang kau lakukan padaku?” tanya Sasuke syok seraya menutupi tubuhnya dadanya yang telanjang dengan selimutnya.
“Aku mengangkat mu ke ranjang saat ku temukan dirimu pingsan di lantai” jawab Naruto dengan tampang innosen.
“Jadi kau tak melakukan hal yang aneh-aneh semalam kan?” tanya Sasuke lagi penuh selidik.
“Apa maksudmu, teme! Aku tidak mengerti dengan maksud ‘hal aneh-aneh’
mu itu!” protes Naruto yang memang otaknya lemot untuk menangkap
sesuatu.
“Lupakan!” jawab Sasuke medengus kesal, “Anak payah ini, mana mengerti hal begituan!” lanjutnya seraya memakai kembali bajunya.
“Apa itu, kau se kecil ini sudah punya tato?” tanya Naruto saat dia
melihat tanda tiga koma terbalik di pundak Sasuke yang di kelilingi
sandi yang rumit.
Sasuke menahan pergerakannya memakai baju. “Kalau kau mau, kau bisa membuat tato juga”
“Tidak, kaa-chan bilang. Tato itu tidak bagus, bisa merusak kulit”
jawab Naruto dengan polosnya seraya berjalan ke arah pintu keluar.
Srek, srek, srek.
Naruto dan Sasuke saling pandang saat mereka mendengar suara gesekan di lantai dan hembusan napas berat di luar kamar Sasuke.
“Suara apa itu, teme?” tanya Naruto.
“Naruto, diam di tempat!” Sasuke menekan suaranya hingga terdengar seperti perintah.
“Hn, ada apa? apa kau takut, teme?” tanya Naruto tanpa menoreh pada Sasuke. “Pertajam pendengaran, dobe. Dan jangan mende____”
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, pintu kamar sasuke tiba-tiba
meleleh. Naruto yang melihat itu langsung melompat mundur menjauhi
pintu, Sasuke langsung berdiri dengan sigap menerka apa yang akan
terjadi selanjutnya.
Dari balik pintu beberapa panah mencuat keluar mengarah pada Naruto dan sasuke.
Sontak mereka berusaha menghindar namun sayang baju Naruto terkena
panah hingga membuat dia terhempas dan tertancap di salah satu tiang di
belakangnya. Semenatara Sasuke yang memang memiliki keahlian dalam bela diri bisa menghindari hujan panah dengan mudah.
Hujan panah tiba- tiba berhenati, tidak ingin lengah Sasuke mulai
memasang kuda-kuda, bersiap-siap dengan segala kemungkinan yang akan
terjadi. Sementara naruto masih berusaha melepaskan bajunya yang
tersangukut panah di salah satu tiang.
Srek, srek, srek!
Suara itu kembali terdengar dan______
bersambung...~~
[** Sebelum nya, Untuk mengetahui Informasi Update BLOG Ini, Like
Fanspage FB Kami (LIKE) **] | [** Follow Twitter Kami (FOLLOW)
**] | [** Folow Juga langsung dari Blog ini , untuk
Mengetahui Info terbaru dari Blogger (Join)
**] | [** Pecinta Anime Japan INDONESIA Lovers , Gabung ke Grup (GRUP) **]
~~~~ SEBELUM / SESUDAH MENDOWNLOAD dan Mengunjungi , JANGAN LUPA SELALU
MENINGGALKAN JEJAK KOMENTAR DI BLOG INI. TERIMA KASIH ~~~
Pemberitahuan : ~ Tidak Ada Verifikasi Kata ~ Komentar anda Sangat Berharga untuk Kami ~ Jika Link Rusak Harap Memberi Tau agar kami segera Memperbaikinya
Peraturan : ~ Gunakanlah Kata Yang Efektif ! ~ Anda Sopan, Kami Segan ! ~ Dilarang Spam, Flood, DLL ! ~ Dilarang Membuat Rusuh Dikomentar ! ~ Mohon Maaf Jika Komentar Anda Tidak Dibalas Oleh Admin
0 komentar:
Post a Comment
Pemberitahuan :
~ Tidak Ada Verifikasi Kata
~ Komentar anda Sangat Berharga untuk Kami
~ Jika Link Rusak Harap Memberi Tau agar kami segera Memperbaikinya
Peraturan :
~ Gunakanlah Kata Yang Efektif !
~ Anda Sopan, Kami Segan !
~ Dilarang Spam, Flood, DLL !
~ Dilarang Membuat Rusuh Dikomentar !
~ Mohon Maaf Jika Komentar Anda Tidak Dibalas Oleh Admin